Kurir itu melompat untuk kembali menghadap Umar, tetapi Abu Ubaidah memanggilnya, Subhanallah, tunggu!. Aku ingin menulis Surat untuk kaubawa (kepada Umar)
Abu Ubaidah Dan Muadz bin Jabal pun menulis Surat :
"Bismillahirrohmairrahim. Dari Abu Ubaidah bin al-Jarrah Dan Muadz bin Jabal untuk Umar bin Khaththab. Salamun 'alaikum. Kami memuja Allah yang tiada Tuhan selain-Nya. Amma ba'du. Kami ingin mengetahui kabarmu karena segala perkara yang ada pada dirimu begitu penting. Wahai Umar, sungguh segala urusan umat Muhammad telah dibebankan kepadamu, merah dan hitamnya. Dihadapanmu ada musuh Dan teman, yang mulia Dan yang terhina, yang kuat Dan yang lemah. Masing-masing Dari mereka memiliki hak atas keadilanmu. Lihatlah bagaimana engkau memerintah, wahai Umar! Kami mengingatkanmu akan hari ketika segala yang terbetik di hati akan di ungkap, Surat tersingkap, yang tersembunyi akan tampak, semua wajah menuju Penguasa Yang Mahaperkasa, yang akan memaksa setiap orang dengan kekuasaan-Nya. Semua manusia berkumpul dihadapan-Nya, menanti Pengadilan-Nya, takut akan hukuman-Nya, Dan mengharap Rahmat-Nya. Sampai kabar kepada kami bahwa sekelompok orang yang menyukai keterus-terangan dan membenci kerahasiaan. Kami berlindung kepada Allah dari hal itu. Surat ini jangan sampai kau tempatkan dihatimu, pada posisi yang tidak kami maksudkan. Wassalamu 'alaikum wa rahmatullah."Kurir pun pergi membawa suratnya menuju Umar. Abu Ubaidah berkata kepada Muadz, "Demi Allah, aku tdk meminta Umar menjelaskan wafatnya Abu Bakar r.a kepada orang-orang Dan mengumumkannya kepada mwreka. Aku sama sekali tidak ingin mengingatkannya tentang hal itu, sampai ia sendiri mengingatnya." Lalu, Muadz berkata, Sungguh pendapatmu adalah sebaik-baiknya pandangan".
Kurir itu makin menjauh dari hadapan mereka, keduanya pun terdiam. Mereka tidak mengatakan apapun kepada pasukan muslimin. Tidak lama kemudian kurir Umar datang kembali dengan membawa Surat jawaban dari Umar. Dalam suratnya Umar mengabarkan kepada Abu Ubaidah tentang dirinya dan meminta Abu Ubaidah untuk menasehati kaum muslimin yang bersamanya.
Syaddad bin Aus bin Tsabit saudara Hassan bin Tsabit al-Anshari yang membawa surat Umar untuk Abu ubaidah.
Dalam surat itu Umar mengatakan . . . . . .
TO BE CONTINUED . . .

No comments:
Post a Comment