Friday, January 8, 2016

SURAT-MENYURAT ANTARA AMIRUL MUKMININ UMAR, ABU UBAIDAH, DAN MU'ADZ bag 2



Kurir itu melompat untuk kembali menghadap Umar, tetapi Abu Ubaidah memanggilnya, Subhanallah, tunggu!. Aku ingin menulis Surat untuk kaubawa (kepada Umar)


Abu Ubaidah Dan Muadz bin Jabal pun menulis Surat :

Wednesday, January 6, 2016

SURAT-MENYURAT ANTARA AMIRUL MUKMININ UMAR, ABU UBAIDAH, DAN MU'ADZ bag 1


ASSALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH


SURAT-MENYURAT  ANTARA  AMIRUL MUKMININ UMAR, 
ABU UBAIDAH, DAN MU'ADZ


Surat pertama yang sampai ke Syam adalah dari Khalifah Umar Bin Khaththab r.a yang mengabarkan tentang wafatnya Abu Bakar ash-Shidiq r.a dan ditunjukan Abu Ubaidah sebagai Gubernur Syam.

Dalam surat itu dikatakan : 

-------------------------------------------------------------------------------------------------
"Amma ba'du. Abu Bakar, Khalifah Rasulullah SAW telah wafat. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepada Abu Bakar, sang pejuang kebenaran, yang memerintah dalam kebaikan, yang lembut dalam berperilaku, mudah bergaul, dekat dan bijak. Dalam musibah kita ini dan tentunya musibah kaum muslimin pada umumnya , kita berserah diri kepada Allah SWT. Saya memohon kepada Allah agar agar menjaga kita dengan mengaruniakan takwa dalam kasih -Nya, selama kita masih bernyawa. Dan mengizinkan kita memasuki surga -Nya saat Dia mencabut nyawa kita. Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
Berita pengepungan yang kalian lakukan terhadap penduduk Damaskus telah sampai kepada Kamu. Aku memutuskan untuk mengingatkanku sebagai pemimpin kaum muslimin disana. Sebarkan pasukanmu di segala penjuru Homs, Damaskus, Dan tempat-tempat lainnya di bumi Syam. Matangkanlah hal ini dengan memusyawarahkannya dengan kaum muslimin yang berada bersamamu. Janganlah pendapatku ini justru membuatmu menelanjangi pasukanmu, yang justru menjadikan musuh berani Dan bersikeras menumpas pasukanmu . Orang yang Tak kau perlukan, pulangkan saja ia. Adapun orang yang kauperlukan, tahanlah ia agar tetap bwrsamamu. Khalid bin Walid, satu diantara orang yang harus kau tahan untuk tetap bersamamu  karena engkau pasti akan membutuhkannya".
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dalam surat ini Amirul Mukminin Umar mengabarkan wafatnya Abu Bakar ash-Shidiq r.a dan luar bias memujinya. Lalu, ia memberitahukan keputusannya, yaitu mengangkat Abu Ubaidah dan menurunkan Khalid dari jabatannya pada saat pasukan muslimin sedang menghadapi musuh-musuh mereka di Yarmuk. Hal ini berdasarkan keyakinan bahwa peristiwa Yarmuk terjadi pada bulan-bulan di awal tahun 13H.

Umar sangat berpengalaman di medan perang dan sangat kasih kepada umat ini, tentu tidak bermaksud memecah belah pasukan muslimin dengan mencopot Khalid dan mengangngkat Abu Ubaidah. Lagi pula meraka sedang menghadapi peperangan yang terdahsyat sepanjang hayat mereka. Sebuah peperangan yang membuat seluruh urat nadi kaum muslimin menegang tertuju ke Syam. Hati mereka gentar, lidah mereka , terutama Umar r.a yang merintihkan doa-doa untuk kemenangan kaum muslimin.

Selanjutnya, kita akan tahu pemaparan tentang situasi dalam peperangan ini bahwa kaum muslimin diselamatkan dengan izin Allas SWT melalui tangan Khalid bin Walid. Ketika Abu Ubaidah diminta memegang tampuk komando pasukan islam dan saat situasi sedang genting, khalid rela turun dari posisinya. Ia memilih tetap dalam barisan dan meraih kemenangan melalui sang pedang Allah, yang menghujm kaum kafir.

Dalam sebuah riwayat, al-Azdi mengatakan bahwa mereka berkata, "Tidak ada sesuatu pun terdengar dari Abu Ubaidah, yang bermanfaat bagi mereka, baik yang mukim maupun bepergian". Lalu Abu Ubaidah memanggil Muadz bin Jabal dan membacakan surat dari Umar tersebut. Muadz menoleh ke kurir dan berkata, "Rahmat Allah dan ridha-Nya semoga tercurah kepada Abu Bakar, bagaimana kabar kaum muslimin saat ini?" Kurir itu berkata, Abu Bakar r.a digantikan oleh Umar bin Khaththab."

Muadz berkata, "Alhamdulillah, mereka diberi petunjuk, pilihan mereka benar."
Abu Ubaidah berkata, "Aku tidak bertanya kepada kurir itu setelah surat itu kubaca. Aku takut ketika dia datang dan memberitahuku bahwa yang memerintah saat ini bukan Umar."

Kurir itu berkata, "Wahai Abu Ubaidah, Umar berpesan kepadamu, kabari aku bagaimana keadaan pasukanmu, bagaimana Khalid, seperti apa dia? Lalu, Yazid bin Abu Sufyan, Amr bin Ash, bagaimana mereka, kerja mereka, dan nasihat (perhatian) mereka terhadap kaum muslimin ?."

Abu Ubaidah berkata, "Khalid sebaik-baik pemimpin dan paling perhaitan terhadap kaum muslimin. Ia paling kasih kepada mereka, dan yang paling dahsyat memusihi kaum kafir yang menjadi musuh mereka. Semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baik pahala. Adapun Yazid dan Amr, perhatian, dan kasih mereka terhadap kaum muslimin seperti yang disukai oleh Umar dan yang aku inginkan.

Kurir itu berkata, "Lalu, bagaiman dengan kedua saudaramu, Said bin Zaid dan Muadz bin Jabal?"

Abu Ubaidah berkata, "Mereka seperti yang diketahui Umar, hanya saja bertambahnya umur membuat mereka makin zuhud di dunia dan makin menggebu-gebu meraih akhirat."

Kurir itu melompat untuk kembali menghadap Umar, tetapi Abu Ubaidah memanggilnya, "Subhanallah, tunggu. . . . . 
TO BE CONTINUED . . .

 Wassalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Tuesday, January 5, 2016

SEJARAH UMAR BIN KHATHTHAB

ASSALAMU 'ALAIKUM  WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Pada kesempatan kali ini saya akan sharing tentang sebuah buku yang sudah saya baca yang berjudul : UMAR BIN KHATHTHAB AL-FARUQ karya DR. ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH AL-HUMAIDI.
Saya hanya sekedar share apa yang saya baca, bukan menjelaskan karena ilmu saya belum sampai situ.

WASSALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Tutorial memutar YouTube tanpa iklan / YouTube Vanced no root

Bismillah..... Assalamualaikum dan selamat pagi semua,  Alhamdulillah kali ini admin mau share tutorial YouTube tanpa iklan dengan YouT...